FH UNY Dorong Kesadaran Hukum Perubahan Iklim untuk Mendukung Pertanian Kopi Adaptif di Lereng Merapi

.

Sleman – Fakultas Hukum Universitas Negeri Yogyakarta (FH UNY) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diselenggarakan pada Selasa, 28 Juli 2026, bertempat di Warung Kopi Kali Petung, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan ini diikuti oleh anggota Koperasi Kopi Makmur serta para petani kopi lereng Merapi dari Kapanewon Cangkringan. Program tersebut menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran hukum serta kapasitas petani dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang berdampak pada sektor pertanian kopi.

PkM diketuai oleh Affifah Fatma Dewi, S.H., M.H. dengan anggota tim PKM yang terdiri atas Rangga Dwi Saputra, S.H.,M.H., Prof. Dr. Mukhamad Murdiono, S.Pd., M.Pd., Dr. Poerwanti Hadi Pratiwi, S.Pd., M.Si., dan Dr. Muhammad Yani Firdaus, S.H., M.H. Tim PkM menghadirkan program pengabdian yang mengintegrasikan perspektif hukum dan pertanian guna mendukung ketahanan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber. Materi pertama disampaikan oleh Rangga Dwi Saputra, S.H., M.H., dosen Fakultas Hukum Universitas Negeri Yogyakarta, yang mengangkat tema kesadaran hukum terhadap perubahan iklim (climate change) dalam perspektif hukum internasional. Dalam paparannya, beliau menjelaskan berbagai instrumen hukum internasional mengenai perlindungan lingkungan hidup, urgensi mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim, serta pentingnya perlindungan hukum bagi petani sebagai kelompok yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Selain itu, peserta diajak memahami bahwa kesadaran hukum menjadi salah satu fondasi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab.

Materi kedua disampaikan oleh Saraswati, S.TP., M.MA., Ketua Tim Kerja Penyuluhan Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten Sleman. Beliau memaparkan strategi pengembangan pertanian kopi yang adaptif dan berkelanjutan terhadap perubahan iklim, mulai dari penerapan praktik budidaya yang ramah lingkungan, pengelolaan lahan dan konservasi sumber daya, hingga upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan. Materi tersebut memberikan wawasan praktis kepada petani dalam menghadapi tantangan perubahan pola cuaca yang semakin tidak menentu.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari aktifnya diskusi, serta semangat peserta dalam berbagi pengalaman mengenai dampak perubahan iklim terhadap produktivitas kopi di lereng Merapi. Interaksi yang dinamis tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pendampingan berbasis keilmuan yang mampu menjawab persoalan nyata di lapangan.

Di akhir kegiatan, para peserta menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan PKM ini serta berharap program pendampingan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan petani kopi lereng Merapi. Melalui kegiatan ini,  Fakultas Hukum UNY diharapkan dapat terus berkontribusi dalam memperkuat kesadaran hukum masyarakat terhadap isu perubahan iklim sekaligus mendorong terwujudnya sektor pertanian kopi yang adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan.