Dosen FH UNY Ambil Bagian dalam Forum Kepemimpinan ASEAN dan Pendidikan Berkelanjutan 2026

YOGYAKARTA – Dosen FH UNY, Muhammad Karim Amrullah, menjadi salah satu pembicara pada Acara the 4th International Conference on Community Engagement and Education for Sustainable Development 2026, sebagai bagian dari Acara the 4th One Young World ASEAN Leadership Forum. Karim yang juga tengah menempuh studi Program Studi Doktor Ilmu Hukum Angkatan 2023 FH UGM dengan beasiswa afirmasi disabilitas LPDP, mewakili Yayasan Difapedia dan organisasi Rumah Disabilitas sebagai member dari Regional Center of Expertise (RCE) Yogyakarta di bawah naungan DPkM UGM.

Karim memaparkan presentasi mengenai pentingnya membuka peluang keterlibatan penyandang disabilitas dalam berbagai kegiatan dan sektor kehidupan, dalam upaya melaksanakan Sustainable Development Goals (SDGs). Karim memaparkan bagaimana kedua organisasi yang menaruh perhatian bagi teman-teman penyandang disabilitas tersebut berupaya mengurangi kesenjangan bagi penyandang disabilitas dalam meraih haknya atas pendidikan.

SDG 4 yang berfokus pada pendidikan yang setara dan berkualitas tidak hanya pendidikan formal, tetapi juga pendidikan nonformal dan aksesnya untuk meningkatkan kesejahteraan. Saat ini, Difapedia dengan bantuan pendanaan dari Lembaga Penjamin Simpanan, mengadakan pelatihan dan praktek pembuatan sapu dan sikat dari limbah kelapa, di Purbalingga. Pelatihan ini mampu melibatkan berbagai penyandang disabilitas dengan berbagai kondisi untuk meningkatkan taraf hidupnya di tengah kondisi mereka sebagai pekerja atau buruh informal lokal.

Sebelumnya, Difapedia telah melaksanakan Workshop dan Training Literasi Digital Inklusi pada tahun 2022, 2023, dan 2024 di sejumlah kampus dan kabupaten, dengan menggaet BUMN terkemuka, Telkom, untuk mendanani Training tersebut dan berbagai pihak untuk mensukseskan kegiatan-kegiatan tersebut, seperti Siber Kreasi di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Informatika (pada saat itu), Gedsi UNU Yogyakarta, IMNU, Desa Mind, UMS Library, dan lainnya. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai penyandang disabilitas yang memiliki usaha maupun menawarkan jasa di daerah masing-masing.

Begitu pula teman-teman Departemen Pendidikan Rumah Disabilitas, yang mendorong akses digital untuk menyuarakan hak atas pendidikan bagi penyandang disabilitas. Di antaranya, mereka berhasil membuat e-book mengenai "Yang Kamu Perlu Tau Seputar Beasiswa LPDP bagi Disabilitas" pada 2023 (https://bit.ly/ebook-beasiswa-RD23) dan "Autisme dan Pendidikan" pada 2025 (https://qr.me-qr.com/TnoJXjS0). Mereka juga membuka bagi siapa saja yang ingin mengikuti mentoring dan mock up interview untuk mendaftar beasiswa, dengan menggandeng pihak-pihak seperti Perluni Tiongkok pada 2024 dan Siger Education pada 2025.

Karim nenkankan bahwa kontribusi sekecil apapun penting dalam upaya mewujudkan kesetaraan dan kesejahteraan bagi marginalized people, mereka yang terdiskriminasi negatif dari arus mainstream. Padahal, mereka memiliki kemampuan yang sama dan kedudukan yang setara selayaknya manusia. Karim menutup pemaparannya dengan semangat “everyone has ability”.